JAKARTA FESTIVAL FILM PELAJAR

Ini pengalaman yang langsung saya alami saya menang dan masuk di lomba JAKARTA FESTIVAL FILM PELAJAR 2009 ini di ikuti seluruh sekolah SMA sedrajat jakarta

Cara Mereset TrialKaspersky 2012 Sehingga dapat Menggunakan Tampa Membayar

informasi sedikit bagi para penggemar antivirus kaspersky memang si anti virus kaspersky itu susah cari yang FREE pasti kebanyakan hanya TRIAL nya ajah tapi wajarlah antivirus sekelas Kaspersky tidak mudah di dapat karena service yang diberikan untuk menjaga komputer

EH PEMUDA MIKIR (PROSA)

suka aneh sama pemuda jaman sekarang udah tau dimana- mana selalu di jelaskan bahwa narkoba itu bikin hidup kalian susah tapi kenapa masih banyak pemuda yang terjerumus ke dunia narkotika buat para pemuda perhatikan pantun ane …

ANTARA DUA PILIHAN CINTA? ATAU CITA-CITA?

Cinta atau kasih sayang mungkin kata ini selalu terdengar di telinga kita dan segala aspek yang ada di dunia selalu menyangkut yang namanya Cinta atau kasih sayang.Mungkin Cinta atau kasih sayang dapat mengingatkan kita pada seseorang yang memilki arti khusus dalam diri atau hidup kita.

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI BERBAHAYA”ILUMINATI”

Iluminatus adalah sebuah persaudaraan atau organisasi kuno yang keberdaanya sangat dirahasiakan dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang walaupun tidak ada bukti - bukti keberadaan persaudaraan ini sampai saat ini. Para penganut Illuminati disebut Illuminatus. Iluminai di dirikan oleh Adam Weishaupt 1 Mei 1776 M di Ingolstadt (Bavaria Atas) dengan nama Ordo Illuminati.

Sunday, April 6, 2014

Resensi Novel

 judul Novel         :               Negeri Di Ujung Tanduk

Penulis                :               Tere Liye

Penerbit              :               Gramedia Pustaka Utama

Cetakan              :               Pertama, Jakarta, April 2013


Jumlah hlm          :               360 hlm
Prolog
   Di Negeri Di Ujung Tanduk, kehidupan semakin rusak, bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi
   Di Negeri Di Ujung Tanduk, para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian
   Tapi di Negeri Di Ujung Tanduk, setidaknya, Kawan, seorang petarung sejati akan memilih jalan suci, meski habis darah seluruh badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir, demi membela kehormatan
   Hampir setahun sudah, akhirnya sekuel kedua dari Negeri Para Bedebah keluar juga. Tere Liye melanjutkan cerita yang agak menggantung di sekuel pertama, walaupun jalan ceritanya baru. Yaitu tentang dunia politik. Kisah Thomas, di awali masih dari arena klub petarung. Kali ini Thomas mencoba go internasional, dengan bertarung melawan petarung hongkong bernama Lee. Dan seperti novel sebelumnya pula, tokoh yang dia temui di awal cerita akan memberikan kejutan-kejutan pada cerita setelahnya.
   Novel ini bersetting cerita di Hongkong, Makau, Jakarta, dan Denpasar. Namun jangan dikira ceritanya akan berhari-hari, bukan. Novel ini justru hanya menceritakan perjalanan 4 hari Thomas di kota-kota tersebut. Secara garis besar, cara bercerita dalam novel ini juga masih seperti novel sebelumnya. Menggunakan pondasi cerita kejadian nyata yang terjadi di Indonesia, kemudian dikemas dengan bumbu-bumbu yang membuat cerita sedikit menarik.
 “ Kau tahu, Thomas, masalah terbesar bangsa kita adalah: penegakkan hukum. Hanya itu sesederhana itu. Jika hukum benar-benar ditegakkan di muka bumi negeri ini, banyak masalah bisa selesai dengan sendirinya” (hlm. 113)
   Mengadopsi background cerita intrik politik di Indonesia, memberikan kita gambaran mudah untuk memahami cerita. Tokoh-tokohnya pun jika disambung-sambungkan akan mudah kita temukan kembarannya dengan pentas panggung politik di Indonesia. Mulai dari cerita sidang konvensi sebuah partai besar, Gubernur teladan yang menjadi kandidat kuat calon Presiden, hingga masalah korupsi gedung olah raga.
   Karena bercerita tentang penegakan hukum, Mafia Hukum menjadi musuh utama dalam buku ini. Yang membuat menarik adalah bagaimana Tommi bias menemukan siapa saja yang terlibat dalam lingkaran mafia hukum tersebut.
   “Begitu juga hidup ini, Thomas. Kepedulian kita hari ini akam memberikan perbedaan berarti pada masa depan. Kecil saja, sepertinya sepele, tapi bisa besar dampaknya pada masa mendatang. Apalagi jika kepedulian itu besar, seperti yang dilakukan Opa-mu terhadapku, lebih besar lagi bedanya pada masa mendatang” (hlm. 358)
   Overall, jika dibandingkan dengan Novel-novel Dan Brown memang kalah jauh. Namun, jika kita termasuk orang yang tidak pernah ketinggalan politik di Indonesia, buku ini bias menjadi bacaan menarik. Kita akan dengan mudah berandai-andai. Buku ini bias menjadi trigger angan-angan kita terhadap sebuah masalah yang terjadi di Indonesia. Kalau saja itu begini, hasilnya pasti begini. Semacam itulah.