Thursday, November 6, 2014

Perkembangan DSLR untuk Bidang Film

Coba simak fitur apa yang ditonjolkan saat kamera-kamera DSLR baru bermunculan? Bukan lagi fitur tentang foto (karena teknologi fotografi digital sudah sangat baik) tapi fitur video lah yang digembar-gemborkan. Hal ini memang agak terkesan dipaksakan karena mayoritas orang membeli DSLR untuk memotret, bukan untuk merekam video. Peningkatan fitur video di DSLR akan membuat harga kamera tersebut jadi tinggi, padahal belum tentu semua orang akan memakai fitur video itu

Saya akan kupas sedikit soal ini. Kenapa kamera DSLR sekarang begitu ‘ngotot’ ingin menjadi alat rekam video yang canggih? Karena DSLR bisa dijadikan alat produksi klip video profesional, dengan hasil yang juga profesional, namun dengan biaya murah. Hasil video dari kamera DSLR bisa memberi bokeh seperti film bioskop, sementara saat memakai ISO tinggi hasil videonya masih bagus dan juga bisa berganti lensa untuk berbagai kebutuhan angle untuk setiap episodenya. Tapi untuk menjadikan DSLR sebagai perekam video seperti itu perlu didukung berbagai alat tambahan layaknya proses produksi film.
Tapi fitur video di kamera DSLR bukanlah fitur utama, karena bagaimanapun kamera DSLR ditujukan untuk memotret. Maka itu desain bodinya tidak dirancang untuk stabil saat merekam video. Maka itu banyak dijual aksesori untuk memaksimalkan fungsi rekam video di kamera DSLR. Aksesori ini beragam fungsinya mulai dari membantu membuat video yang stabil, ada yang untuk membantu manual fokus, hingga membuat hasil video lebih baik lagi. Seperti apa saja aksesorinya, kita simak langsung yuk..
Aksesori Penstabil

Video yang terlihat bergoyang karena tangan kita tidak stabil saat merekam, akan terlihat tidak profesional. Maka itu banyak aksesori yang dibuat supaya kamera bisa tetap stabil saat digenggam. Aksesori ini lebih berguna bila posisi kita merekam adalah handheld seperti saat mengikuti subyek yang direkam, saat meliput dokumentasi perjalanan dan sebagainya.
Lalu kapan fitur video di DSLR ini kita pakai? Bila anda kuliah di produksi film, atau suka bikin klip musik atau senang membuat dokumenter, maka gunakan DSLR. Tapi siapkan semuanya, mulai dari story board, skenario, lensa yang enak untuk manual fokus, tripod, dolly track, mic eksternal dan berbagai peralatan lainnya. Lalu sebelum mulai merekam video  tentukan dulu berapa bukaan lensanya, berapa shutter speednya dan berapa ISOnya. Setelah itu mulailah merekam dengan durasi singkat, misalnya 1-2 menit lalu stop. Hal ini karena sensor DSLR akan panas setelah beberapa menit merekam video.

0 komentar:

Post a Comment